BisnisInformasiKeuangan

Perbedaan Reksadana Pendapatan Tetap dengan Deposito

reksadana pendapatan tetap

Fachton –¬†Sekarang ini, banyak sekali pilihan investasi yang bisa dijadikan pilihan setiap orang. Mulai dari reksadana pendapatan tetap hingga deposito. Namun ternyata masih banyak orang yang mengira bahwa kedua investasi tersebut adalah sama, padahal keduanya berbeda. Perbedaannya terletak pada beberapa hal yang memang harus diketahui. Lantas apa saja perbedaan dari kedua jenis investasi tersebut? Berikut penjelasan yang lebih detailnya!

reksadana pendapatan tetap
Gambar : selera.id

1. Perbedaan Dana Minimal

Hal pertama yang menjadi dasar perbedaan antara reksadana jenis ini dengan deposito adalah dana minimal yang digunakan. Seperti yang diketahui bahwa dana minimal ini terhitung penting untuk memulai sebuah dasar investasi. Soalnya, dana minimal inilah yang kemudian akan memudahkan Anda dalam mengurus maupun menjalankan investasi tersebut.

Perbedaan tersebut adalah untuk deposito, jumlah atau besaran dana minimal tersebut akan sangat tergantung dengan bank yang dituju. Dalam arti kata lain, semua besaran dana minimal pada tidak bisa disamaratakan begitu saja. Sedangkan untuk jenis reksadana yang satu ini maka Anda hanya membutuhkan dana minimal sekitar Rp100.000,00 saja tiap kali membukanya.

2. Jangka Waktu yang Berbeda

Biasanya setiap jenis investasi memiliki peraturan berbeda apabila Anda ingin mencairkan dana yang ada di dalamnya. Hal tersebut juga berlaku bagi reksadana jenis ini dan juga deposito. Contohnya untuk deposito maka membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada yang satu bulan, tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun.

Dalam rentang waktu yang sudah disebutkan tersebut maka Anda bisa mengambil dana pada deposito yang dimiliki. Tentu dengan catatan bahwa pengambilan tersebut sudah dengan persetujuan dari pihak bank. Sedangkan bagi Anda yang memiliki reksadana pendapatan tetap maka tidak ada jangka waktu yang membatasi untuk pencairan dana yang dimiliki.

3. Risiko yang Berbeda

Seperti yang diketahui bahwa apabila melakukan investasi, maka risiko adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Nyatanya kedua jenis investasi ini memiliki perbedaan dalam hal risiko yang bakal Anda dapatkan. Diawali dengan jenis deposito yang bisa dibilang sangat minim risiko yang mesti ditanggung. Bahkan, bisa dikatakan tidak ada risiko pada titik tertentunya.

Hal tersebut bukannya tanpa alasan karena deposito dijamin langsung oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Jadi uang nasabah yang ada di bank tersebut telah terjamin dengan baik. Lain cerita dengan risiko pada reksadana jenis ini yang cukup besar. Soalnya surat utang yang diinvestasikan memiliki kemungkinan akan gagal bayar yang pasti akan merugikan Anda.

4. Hasil Investasi yang Berbeda

Perbedaan berikutnya adalah hasil investasi yang tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lainnya. Contohnya seperti hasil investasi untuk deposito yang berupa bunga yang sudah mendapatkan jaminan. Hal ini sudah sesuai dengan perjanjian awal antara pihak nasabah dengan pihak bank yang dipercaya untuk melakukan investasi jenis yang satu ini.

Sedangkan untuk reksadana jenis ini maka hasil yang didapatkan adalah Nilai Aktiva Bersih reksadana. Perlu diketahui bahwa nilai yang satu ini sangat tidak stabil dan seringkali naik turun yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

5. Kenyamanan yang Ditawarkan

Setiap orang tentunya memiliki kriteria masing-masing ketika memilih sebuah jenis investasi. Salah satu kriteria tersebut adalah rasa aman dan stabil yang diberikan. Apabila hal tersebut yang Anda cari maka deposito bisa dijadikan pilihannya. Sedangkan bagi Anda yang menyukai tantangan maka reksadana jenis ini bisa dijadikan pilihan.

Dengan mengetahui perbedaan dari reksadana pendapatan tetap dengan deposito maka akan lebih memudahkan Anda. Terutama memudahkan dalam hal menentukan jenis investasi mana yang paling tepat untuk Anda

Comment here