InformasiProfilSejarah

5 Sifat yang Patut Diteladani dari Bung Tomo Sebagai Pahlawan Surabaya

pahlawan surabaya

Fachton – Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan Surabaya, Bung Tomo. Aksi heroiknya yang merobek bagian warna biru pada bendera Belanda diabadikan dalam buku-buku sejarah sekarang ini. Sosoknya dikenal sebagai orator ulung yang mampu membangkitkan semangat juang pasukannya.

Sebagai pahlawan nasional, ada banyak sifat yang patut diteladani dari sosoknya. Beberapa hal yang bisa diteladani dari sifat Bung Tomo adalah sebagai berikut :

pahlawan surabaya

1. Religius

Bung Tomo dikenal sebagai sosok yang religius. Perjuangannya membela tanah air merupakan wujud keimanan pada agamanya. Meskipun begitu, agama tidak menjadikannya seseorang yang fanatik. Hal inilah yang perlu diteladani oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Di tengah isu SARA yang semakin sensitif di Indonesia, kita perlu meneladani kesalehan Bung Tomo. Agama yang sering dijadikan sebagai alat dalam kontestasi politik, tidak seharusnya membuat kita saling berseteru dengan saudara sendiri akibat perbedaan pilihan dan pendapat. Keyakinan beragama harus dibarengi sikap nasionalisme seperti halnya sikap yang ditunjukkan oleh Bung Tomo.

2. Sikap mencintai tanah air

Sebagai pahlawan nasional, kecintaan Bung Tomo terhadap NKRI tidak diragukan lagi. Seperti dijelaskan sebelumnya, agama yang dianutnya tidak membuat sosok Bung Tomo menjadi seorang yang fanatik. Oleh karena itu, Bung Tomo juga dikenal sebagai sosok religius nasionalis.

Sikap inilah yang harus menjadi teladan bagi bangsa Indonesia ini. Kita sebagai rakyat Indonesia tidak boleh setengah-setengah mencintai negeri ini. Cinta kepada tanah air harus penuh seluruh. Kewajiban kita adalah menjaganya dari tangan-tangan jahat yang ingin mengubah wajah NKRI dan memecah belah persatuan yang sudah terikat erat di dalamnya.

3. Semangat bertempur

Jika mengingat Bung Tomo, salah satu hal bersejarah yang paling diingat adalah perobekan warna biru pada bendera Belanda agar menjadi merah putih di Hotel Yamato, Surabaya. Sosok yang memimpin pergerakan tersebut adalah Bung Tomo. Meskipun dengan peralatan dan bekal seadanya, semangat juangnya tidak pernah luntur untuk mengusir penjajah dari tanah Surabaya.

Semangat inilah yang patut dicontoh oleh generasi saat ini. Keterbatasan alat dan modal seharusnya tidak menjadi halangan untuk terus berjuang meraih mimpi dan cita-cita. Buktinya, Bung Tomo dan pasukannya dengan peralatan seadanya pun mampu mengusir penjajah yang memiliki persenjataan lengkap

4. Tidak menghalalkan segala cara

Ketika bertempur di medan perang, pahlawan Surabaya ini tidak menghalakan segala cara untuk menang. Bung Tomo memerintahkan kepada pasukannya untuk tidak menembak sebelum pihak musuh menembak lebih dulu. Sikap ini bisa kita aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan tidak menyerang, memusuhi, atau bersikap buruk kepada orang lain tanpa alasan tertentu.

5. Sederhana

Bung Tomo juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Pada zaman kemerdekaan, Bung Tomo adalah tokoh pergerakan melawan penjajah yang masih tersisa. Setelah Indonesia bebas dari penjajah, Bung Tomo diangkat menjadi pejabat negara.

Selama menjadi pejabat negara, pahlawan Surabaya ini dikenal dekat dengan rakyat dan memiliki hidup yang sederhana. Bung Tomo tidak mau menempati istana atau rumah dinas meskipun itu menjadi salah satu fasilitas yang berhak diperolehnya. Bung Tomo tetap tinggal di rumahnya yang sederhana.

Demikianlah lima sikap yang patut diteladani dari sosok pahlawan Surabaya, Bung Tomo. Semangatnya yang tidak pernah padam untuk membela negeri ini dan mengusir penjajah harus kita tiru. Jangan sampai kita menyia-nyiakan jasa para pahlawan yang telah susah payah membuat Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Comment here