Dijamin Efektif! 4 Cara Melatih Kemandirian Anak Sesuai Tingkat Usia

Family, Informasi, Parenting, Tips dan Trik

Fachton – Menjadi hal yang menakjubkan saat melihat anak kecil mampu melakukan aktivitas atau pekerjaan orang dewasa. Tapi, selain menjadi ajang bermain, aktivitas ini bisa menjadi tips parenting untuk melatih kemandirian anak. Berikut cara-caranya yang dijamin efektif jika dilakukan sejak dini sesuai tingkatan usianya.

  1. Usia Pra Sekolah sampai TK

Saat usia prasekolah sampai TK, melatih kemandirian pada anak bisa dimulai dari rumah. Contohnya yaitu dengan mendelegasikan tugas menyiapkan alat tulis sekolah yang harus dibawanya besok pagi. Sedangkan untuk tugas sekolah (PR), beri dia sedikit arahan atau bimbingan. Misalnya dengan menuntun tangannya membuat huruf dari pola titik-titik.

Kemudian, saat si kecil berada di sekolah, sebaiknya Anda duduk di luar kelas, terkecuali saat si kecil belum terbiasa Anda tinggalkan, terutama pada awal-awal masuk Kober atau TK. Lakukan secara bertahap dan beritahu dia bahwa banyak teman-temannya yang sudah bisa mandiri tanpa harus ditemani orang tuanya.

  1. Usia 7-9 Tahun (SD Kelas 1-3)

Pada anak usia 7-9 tahun atau 3 tahun pertama SD, mereka sudah terlatih untuk mandiri jika Anda sudah membiasakannya sejak dini (usia pra sekolah sampai TK). Beri mereka tugas membersihkan kamar, misalnya menyapu dan membereskan buku di meja belajar serta menyiapkan alat tulis yang harus dibawa ke sekolah besok paginya.

Saat anak berada di sekolah, tips parenting yang paling efektif untuk melatih kemandirian pada anak usia 7-9 tahun ini adalah dengan memberinya kelonggaran untuk pergi sekolah sendiri. Biarkan mereka bersosialisasi dengan teman-temannya dengan cara berangkat dan pulang bersama. Tapi, hal ini bisa Anda lakukan jika letak sekolahnya tidak jauh dari rumah.

  1. Usia 10-12 Tahun (SD Kelas 4-6)

Tugas rumah yang bisa Anda delegasikan pada anak usia 10-12 tahun atau SD kelas 4-6 ini adalah dengan memberi mereka tugas yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dari anak usia 7-9 tahun. Salah satu contohnya adalah memberi tugas mengganti seprai tempat tidur dan sarung bantal di kamarnya sendiri dan menyapu halaman rumah.

Sedangkan untuk PR, Anda hanya tinggal memeriksa hasil akhir setelah mereka menyelesaikannya. Jika ada kekeliruan, Anda tidak boleh memberi jawabannya langsung, melainkan memintanya untuk mencari sendiri letak kekeliruannya. Kemudian, jika masih saja salah, tunjukkan letak kesalahannya dan biarkan dia memperbaikinya sendiri.

  1. Usia 13-15 Tahun (SMP)

Banyak yang menyebut usia 13-15 tahun adalah puber pertama dan remaja awal. Sebagian besar anak perempuan sudah mengalami menstruasi pada usia ini. Jadi, semakin banyak tugas yang bisa Anda delegasikan hingga mampu membuatnya lebih mandiri dalam segala hal, baik di sekolah (intra dan ekstrakurikuler) maupun di rumah seperti membantu pekerjaan Anda.

Tips parenting lainnya untuk melatih kemandirian anak bisa Anda lakukan sesuai kondisi, baik fisik maupun psikologisnya. Salah satu keluarga yang bisa Anda jadikan contoh dan referensi adalah Keluarga Halilintar. Baik anak sulung maupun balitanya memiliki tugas yang teratur dan terarah tanpa harus diperintah lagi oleh orang tua maupun saudara-saudaranya.

Leave a Reply